Tugas Pendahuluan Percobaan 1 Kondisi 10
KONTROL LAMPU LORONG
- Buka software proteus lalu rangkai komponen sesuai dengan gambar yang ada di modul
- Buka software STM32CubeIDE lalu lakukan konfigurasi pin pada STM untuk menentukan GPIO input dan GPIO output
- Masukan Program ke dalam software STM32CubeIDE lalu build untuk mendapatkan file .hex
- Masukan file .hex ke dalam file library STM32F103C8 pada proteus
- Simulasikan rangkaian
2. Hardware dan Diagram Blok [Kembali]
3. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja [Kembali]
Sistem kontrol lampu lorong otomatis ini bekerja dengan mengintegrasikan sensor PIR sebagai pendeteksi aktivitas manusia dan mikrokontroler STM32F103C8 sebagai unit pemroses logika pusat. Dalam lingkungan simulasi Proteus, operasional sistem dipantau melalui indikator warna pada jalur sinyal, di mana warna merah merepresentasikan logika HIGH (tegangan aktif) dan warna biru merepresentasikan logika LOW (ground). Ketika sensor PIR pada pin PA0 menangkap radiasi inframerah dari gerakan, ia akan mengeluarkan sinyal biner HIGH yang dibaca oleh mikrokontroler untuk mengaktifkan LED pada pin PB0 dan buzzer pada pin PB1, sekaligus memicu mekanisme retriggerable timer. Mekanisme ini dirancang agar setiap kali terdapat deteksi gerakan baru sebelum durasi waktu tunda (delay) berakhir, mikrokontroler akan secara otomatis mereset perhitungan waktu kembali ke titik awal, sehingga LED tetap menyala stabil.
Dalam skenario khusus di mana gerakan terjadi secara berulang sementara sensor touch pada pin PA1 tetap berada pada kondisi LOW atau tidak aktif, sistem akan terjebak dalam siklus reset timer yang kontinu. Hal ini menyebabkan variabel waktu tunda di dalam program tidak pernah mencapai nilai batas (threshold) yang ditentukan untuk memberikan perintah pemadaman karena kendali sepenuhnya didominasi oleh umpan balik dari sensor PIR. Akibatnya, LED sebagai aktuator pencahayaan akan tetap berada pada kondisi menyala konstan selama area lorong terdeteksi masih memiliki aktivitas manusia. Transisi LED dari kondisi aktif ke non-aktif hanya akan terjadi apabila sensor PIR tidak lagi mendeteksi pergerakan sama sekali, yang memungkinkan mikrokontroler menyelesaikan perhitungan durasi delay secara utuh tanpa adanya gangguan reset sinyal, sehingga memastikan efisiensi penggunaan energi saat ruangan benar-benar kosong.
4. Flowchart dan Listing Program [Kembali]
Buatlah rangkaian seperti pada gambar percobaan 1 dengan kondisi ketika sensor PIR mendeteksi gerakan kemudian tidak ada gerakan lanjutan selama waktu tertentu, maka LED tetap menyala selama delay yang ditentukan dan kemudian mati secara otomatis, sedangkan buzzer hanya berbunyi saat awal deteksi.
- Download file lengkap (Rangkaian dan Program) (klik disini)
- Download Datasheet Touch Sensor (klik disini)
- Download Datasheet Pir Sensor (klik disini)
- Download Datasheet Resistor (klik disini)
- Download Datasheet LED (klik disini)
- Download Datasheet Buzzer (klik disini)

Komentar
Posting Komentar